kata ikhlas sering kita baca di tulisan, tapi ilmu ikhlas adalah teori. tanpa mengalami sendiri, apa dan bagaimana itu ikhlas tentu tidak ada artinya. hanya sebatas memori di otak, sebatas informasi pasif saja. makin banyak teori yang dibaca akan makin banyak ilmu teori tentang ikhlas itu.
ikhlas seperti menerima keadaan apapun juga. tetapi bahkan meski kita telah ribuan kali mengatakan aku telah ikhlas. apakah itu benar-benar ikhlas. atau hanya ucapan ikhlas. karena ikhlas itu adalah keseluruhan. tidak sebatas ilmu, tidak sebatas pemikiran saja. tidak sebatas ucapan hati. ikhlas lebih dari itu.
ikhlas adalah perbuatan. ikhlas adalah perilaku keseharian. apakah kita sudah ikhlas. kita lihat saja perilaku kita. apakah perilaku kita menggambarkan seorang yang ikhlas. apakah kita masih marah-marah dengan kejadian yang tidak mengenakkan. apakah kita memaki saat ada yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
kalau itu yang kita lakukan. berarti kita belum ikhlas dalam perilaku. perilaku kita juga gambaran yang ada di hati kita, tapi lebih dari itu. perilaku kita adalah cermin level ikhlas kita seberapa. meskipun teori-teori tentang ikhlas telah banyak diserap, telah banyak direnungkan, tapi jika belum menjadi perbuatan diri, maka ikhlas kita masih perlu dipertanyakan lagi.
ikhlas dalam perilaku. dalam banyak hal. dalam setiap langkah kita. itulah ikhlas yang sebenarnya. waktu akan mengajari kita tentang ikhlas itu. waktu akan menguatkan kita setelah mengerti bahwa perbuatan dan perilaku kita adalah cermin diri kita.
sampai dimana tingkat keikhlasan kita. lihat saja perilaku kita. orang yang ikhlas akan selalu enak, dimanapun dan apapun yang terjadi. perilaku ikhlas akan memperlihatkan reaksi kita dalam bentuk perbuatan, tindak tanduk, termasuk ucapan. apakah kita sudah ikhlas?