Jumat, 26 April 2013

Keseimbangan potensi jiwa


Ada malam ada siang
Malam menjaga siang , siang menjaga malam
Tanpa malam tak berguna siang, tanpa siang tak berguna malam
Tanpa putih tak berguna hitam, tanpa hitam tak berguna putih
Putih menjaga hitam, hitam menjaga putih

Ada dua versi keseimbangan potensi jiwa. Potensi fitrah/pasif dan potensi hitam. Jiwa yang putih dan jiwa yang hitam, saling mengisi, melengkapi, menyeimbangkan.
Potensi jiwa yang hitam tidak didapat dengan kehangatan, tapi dilahirkan dari konflik. Konflik batin, akan melahirkan jiwa-jiwa yang hitam, yang berasal dari jin, dengan sifatnya yang menempel pada jiwa manusia. Memberikan kekuatan untuk bertarung, bersaing. Dengan gaya pendidikan saat ini, yang hanya mengolah logika, intelegensia, kecerdasan kognitif dan juga keadaan yang sulit, keadaan yang memaksa untuk bergerak mencari penghidupan, penguatan menuju kearah jiwa yang hitam, jiwa dinamika. Tanpa pengendalian diri yang baik, jiwa ini akan menggerakkan kearah angkara. Konflik, perebutan, persaingan, tipudaya, saling mengalahkan, berkompetisi, selalu merasa ingin lebih dan lebih tanpa rem yang kuat, akan melahirkan dunia yang hitam.

Potensi jiwa yang putih didapat dari kehangatan, kelembutan, kebaikan-kebaikan hati, kedamaian jiwa, kepatuhan, keselarasan dengan semua. Harmoni, selaras, bersatu, toleransi, cinta dan berbagi, tiada perasaan kekurangan yang menyesakkan dada, membutakan akal budi sehingga memaksa berbuat menyimpang.

Mana yang seimbangkan, tergantung pada setiap individu masing-masing. Semua ada plus dan minusnya. Manusia dilahirkan oleh konflik. Dengan frekuensi gelombang tinggi, menjadi pantang menyerah, berani bersaing, berani memperebutkan dunia. Hasilnya, akan lebih cepat menyampaikan pada tujuannya. Dunia ! harta, tahta, dan wanita!!

Manusia dan seluruh semesta itu satu, dalam level kuanta, zona tuhan, frekuensi gelombang rendah, menyayangi, memberi = menerima, menanam kebaikan-kebaikan hati, menebar benih-benih cinta, menyemai kasih sayang. Dengan tujuan akhir zona kedamaian, zona spiritual, zona tuhan. Karena frekuensinya adalah kehalusan, tarikan, apa yang dia berikan akan dia terima. Dunianya bisa jadi terpinggirkan, tapi tarikan hatinya membuat semesta memberi yang serupa. Energi yang melimpah, yang menguatkan potensi fitrah kemanusiaan. Melambatkan penuaan, menguatkan badan, mendamaikan jiwa.

Keseimbangan keduanya akan melengkapkan potensi kemanusiaan, potensi fitrah lahir manusia yang lengkap. Keduanya bukan untuk dipertentangkan. Ibarat siang dan malam, pria dan wanita, jantan dan betina, semuanya berpasang-pasangan. Berbeda tapi saling melengkapi. Tak ada siang, maka tak berguna, malam ada maka siang menjadi berbeda. Andai seluruhnya siang terus, atau malam terus, maka kegunaan salah satunya menjadi sirna. Ada susah ada senang, kalau susah terus, bahkan tak tahu lagi apa artinya senang. Kalau senang terus, justru tidak menyenangkan dan membosankan. Susah dan senang melengkapi kehidupan manusia.

Andai semua orang pria semua, atau wanita semua, maka hidup menjadi hambar. Perbedaan yang kontras yang justru malah melengkapi, bukan sebagai alasan untuk menjatuhkan, merendahkan dan mengungguli satu dengan lainnya. Tak ada gunanya memperdebatkan keunggulan masing-masing, karena semua sudah diciptakan pada tempatnya masing-masing oleh Sang Penguasa, Sang Pencipta.

Siang yang lebih baik atau malam yang lebih baik. Bagi yang bekerja di siang hari, mencari penghidupan di siang hari, siang lebih baik, karena malam untuk santai dan istirahat. Bagi yang bekerja di malam hari, siang menjadi kurang berfaedah.

Kita akan merindukan dinginnya, sejuknya malam saat kepanasan di siang terik. Kita akan melihat bergunanya siang saat pekat malam membuat diri kita lemah tak berdaya. Siang atau malam, sama saja bergantung dari cara menyikapinya, darimana memandangnya.

Segala yang terjadi di sekitar kita, menjadi masalah atau tidak bergantung diri sendiri. Berat beban, atau ringan masalah, besar kecilnya, bergantung diri kita sendiri. Masalah ringan akan menjadi berat di zona setan.  Masalah berat akan menjadi ringan di zona tuhan.

Kita bisa melihat zona setan di kala berjalan di zona tuhan. Kita bisa menilai zona tuhan dikala berjalan di zona setan. Kita bergerak dengan frekuensi gelombang tinggi, frekuensi konflik. Kita mengambil hikmah, mendapat inspirasi, mendapat ilham, di zona tuhan. Semua sifat itu berguna, semua sifat itu baik, disaat dan posisi yang tepat dan tidak melebihi batas. Memahami keduanya, akan membuat manusia menjadi lebih bijak, dan lebih maju. Sesuai dengan keadaan orang per orang. Situasi dan posisinya. Keahlian membaca gerak kehidupan, akan membuat langkah kita lebih selaras dengan semesta kehidupan.

Jika manusia bisa mempraktekkan, menguasai, dan membangun potensi yang bisa diperluas dari orang-orang seperti diriku, dengan kekuasaan tanpa batas POTENSI MANUSIA, KEMEGAHAN MANUSIA, maka manusia itu akan bisa MENGGONCANG dunia, menggoncang semesta.

Bayangkan luasnya kemungkinan-kemungkinan yang dipilih:
  1. kuat dan makin kuat
  2. terkontrol secara penuh emosi dan pikiran
  3. cepat, tepat, kuat, tahan banting
  4. sehat, bahagia, positif

menjadi manusia perkasa jiwa dan raga. Berbudi, terkendali penuh, beradab. Full capacity of human.
-          awet muda, ceria
-          kuat lapar dan haus
-          penyembuhan diri
-          kuat tenaga dan seks
-          tak risau oleh kurang makan, tidur, capek, coz the body will heal itself.

.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar